PHF 2026
PUBLIC HEALTH FAIR (PHF) 2026
"Standing with Science: Collaborative Action Toward Sustainable Public Health"
Surabaya, 9 Juni 2026 – Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) sukses menyelenggarakan Public Health Fair (PHF) 2026 sebagai wadah pengembangan wawasan, kompetensi, dan kolaborasi dalam bidang kesehatan masyarakat. Mengusung tema “Standing with Science: Collaborative Action Toward Sustainable Public Health”, kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan mahasiswa, dosen, alumni, dan praktisi kesehatan masyarakat dalam sebuah ruang pembelajaran yang mendorong pertukaran gagasan, penguatan kapasitas akademik, serta pengembangan jejaring profesional guna mendukung terwujudnya pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta yang dilanjutkan dengan pelaksanaan pre-test sebagai instrumen evaluasi awal untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap berbagai materi yang akan disampaikan selama kegiatan berlangsung. Sebelum memasuki agenda utama, peserta menyaksikan video profil capaian Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya yang menampilkan berbagai prestasi dan perkembangan institusi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, peserta juga memperoleh informasi melalui video safety induction sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kegiatan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh peserta.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan Tari Milu Sarju yang menghadirkan nuansa budaya lokal sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Penampilan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan pembuka, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai kebersamaan, identitas budaya, dan harmonisasi sosial yang turut berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Memasuki sesi pembukaan, seluruh peserta mengikuti rangkaian acara secara khidmat melalui menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, dan Hymne UNUSA sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan, keislaman, dan identitas institusi. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan pimpinan, doa bersama, serta sesi foto bersama yang menjadi simbol dimulainya Public Health Fair 2026 secara resmi.
Sebagai agenda utama, Public Health Fair 2026 menghadirkan sesi kuliah pakar yang dimoderatori oleh Ibu Kuuni Ulfah Naila El Muna, S.KM., M.Epid. Sesi ini menjadi ruang akademik bagi peserta untuk memperoleh wawasan mengenai berbagai isu strategis dalam kesehatan masyarakat yang berkembang di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Pada sesi pertama, Ibu Meytha Nurani, S.KM., M.Sc.PH. menyampaikan materi mengenai pentingnya pendekatan ilmiah dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks. Melalui pemaparannya, peserta diajak memahami bagaimana pemanfaatan data, hasil penelitian, dan pengambilan keputusan berbasis bukti menjadi fondasi utama dalam penyusunan program maupun kebijakan kesehatan yang efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Ibu Dwi Handayani, S.KM., M.Epid. yang membahas penguatan peran kesehatan masyarakat dalam mendukung pembangunan kesehatan berkelanjutan. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya penguatan sistem kesehatan, optimalisasi upaya promotif dan preventif, serta pemberdayaan masyarakat sebagai strategi utama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Berbagai contoh implementasi program kesehatan turut disampaikan untuk memberikan gambaran nyata mengenai kontribusi tenaga kesehatan masyarakat dalam menghadapi tantangan kesehatan masa kini dan masa mendatang.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara aktif. Berbagai pertanyaan, gagasan, serta pandangan kritis yang disampaikan mencerminkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu-isu kesehatan masyarakat yang berkembang. Diskusi tersebut tidak hanya memperkaya pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan, tetapi juga mendorong lahirnya pemikiran yang inovatif dan solutif dalam menghadapi berbagai permasalahan kesehatan yang terjadi di masyarakat.
Selain menghadirkan ruang pembelajaran akademik, Public Health Fair 2026 juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas dan potensi yang dimiliki. Penampilan mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat memberikan warna tersendiri dalam kegiatan sekaligus menunjukkan bahwa promosi kesehatan dapat dilakukan melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan komunikatif sehingga lebih mudah diterima oleh berbagai kelompok masyarakat.
Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan sesi pengenalan Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat yang disampaikan oleh Dr. Novera Herdiani, S.KM., M.Kes. Melalui sesi ini, peserta memperoleh informasi mengenai profil program studi, kurikulum pendidikan, bidang peminatan, peluang penelitian, serta berbagai kesempatan pengembangan kompetensi akademik yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Sesi ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat jenjang pendidikan lanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan yang profesional, unggul, dan berdaya saing.
Setelah sesi pengenalan studi lanjut, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow alumni bertajuk “From Science to Impact: Diverse Career Pathways in Sustainable Public Health” yang dimoderatori oleh Ibu Atik Qurrota A’Yunin A., S.KM., M.Kes. Talkshow ini menghadirkan tiga alumni Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat UNUSA, yaitu Ulfa Ulinnuha, S.KM., Dimas Syafi Aldi, S.KM., dan Adelia Dwi Pristanti, S.KM.
Melalui sesi yang berlangsung interaktif dan inspiratif tersebut, para alumni berbagi pengalaman mengenai implementasi ilmu kesehatan masyarakat dalam berbagai bidang profesi serta kontribusi yang dapat diberikan dalam mendukung pembangunan kesehatan. Berbagai pengalaman yang dibagikan memberikan gambaran nyata mengenai dinamika dunia kerja, tantangan profesional yang dihadapi, serta pentingnya pengembangan kompetensi yang berkelanjutan dalam menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
Diskusi yang berlangsung hangat memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali informasi mengenai prospek karier, pengembangan kapasitas diri, serta strategi mempersiapkan diri sebagai lulusan kesehatan masyarakat yang adaptif dan berdaya saing. Kehadiran para alumni tidak hanya memperkaya wawasan peserta mengenai berbagai jalur karier di bidang kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi sumber motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi akademik maupun profesional sejak masa perkuliahan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan prestasi mahasiswa, panitia turut mengumumkan pemenang berbagai kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian Public Health Fair 2026. Penghargaan diberikan kepada peserta terbaik sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan inovasi dan kompetensi mahasiswa dalam bidang kesehatan masyarakat. Kegiatan semakin meriah dengan pembagian doorprize yang disambut antusias oleh seluruh peserta.
Menjelang berakhirnya kegiatan, peserta mengikuti post-test dan evaluasi sebagai bagian dari proses penilaian efektivitas kegiatan serta untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian acara. Kegiatan kemudian ditutup dengan expo peminatan dan sesi photo booth yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dekat berbagai bidang peminatan dalam kesehatan masyarakat sekaligus memperluas jejaring akademik antarmahasiswa.
Melalui penyelenggaraan Public Health Fair (PHF) 2026, Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, memperluas wawasan mengenai berbagai isu kesehatan masyarakat, serta mendorong lahirnya generasi kesehatan masyarakat yang unggul, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
HIMPUNAN MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
Komentar
Posting Komentar